Kebijakan Kampus dan Nasib Akademik Mahasiswa dalam Masa Pandemi COVID-19

Coronavirus, Virus, Mask, Corona, Pandemic, Outbreak

Pandemi COVID-19 semakin merebak penyebarannya di Indonesia. Dari hari ke hari kasus positif terjangkit terus bertambah. Mulai dari diumumkannya secara resmi dua Warga Negara Indonesia terjangkit virus pada tanggal 2 Maret 2020, hingga tanggal 25 April 2020 terdapat 8607 kasus positif, 1042 sembuh, dan 720 meninggal.1 Angka kasus meninggal menurut VOA, Indonesia pun mencapai tingkat presentase yang tinggi yaitu sebesar 8,71%.2 Angka tersebut kemudian menimbulkan keresahan tersendiri di berbagai kalangan, termasuk mahasiswa. Pasalanya, pandemi COVID-19 ini berdampak pada kegiatan akademik kampus. Terdapat berbagai perubahan dalam kegiatan akademik, seperti sistem pembelajaran, praktikum, program PPL, program KKN, dan lain sebagainya.

 

Di masa pandemi ini, berbagai kebijakan dikeluarkan oleh pejabat yang berwenang, baik dalam ranah pemerintah, swasta, masyarakat, dan juga pendidikan. Hal tersebut ditujukan untuk mendukung upaya penyudahan penyebaran virus di Indonesia. UNY dalam menyikapi kasus pandemi ini juga terus mengeluarkan kebijakan sesuai dengan perkembangan COVID-19. Sesuai dengan instruksi Rektor UNY Nomor 1 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Kegiatan Pembelajaran, Layanan Akademik, dan Layanan Umum untuk Pencegahan Penyebaran COVID-19 di UNY, sejak tanggal 16 Maret 2020, perkuliahan teori untuk jenjang Diploma, S1, S2, dan S3 dilaksanakan secara daring, pun sama halnya dengan bimbingan serta ujian tugas akhir, kegiatan praktikum diganti dengan penugasan dan perkuliahan lapangan ditunda.

 

Namun dalam pelaksanaannya, terdapat beberapa hal yang dikeluhkan oleh mahasiswa dalam perkuliahan daring ini, seperti ketidakstabilan sinyal jaringan, intensitas penggunaan kuota yang meningkat, dan banyaknya dosen yang mengganti perkuliahan dengan penugasan. Dalam menjawab keluhan-keluhan mahasiswa tersebut, pihak kampus memberikan toleransi kepada mahasiswa yang terkendala sinyal jaringan dengan melaporkan diri kepada dosen yang bersangkutan. Mahasiswa juga memiliki hak untuk berkompromi dengan dosen yang sekiranya terlalu banyak mengganti kegiatan perkuliahan dengan penugasan. Dan terkait kuota, pihak kampus memberikan bantuan kuota atau paket data kepada mahasiswa, dengan sistem kerjasama antara UNY dengan tiga provider, yaitu, Telkomsel, Indosat, dan XL Axiata. Untuk mengefektifkan pemberian bantuan, UNY melakukan pendataan secara online guna mengidentifikasi mahasiswa aktif, sehingga pemberian bantuan paket data dapat tepat sasaran dan tepat guna.

Virus, Corona, World, Map, Alert, Attention, Doctor

Selain perkuliahan daring, terdapat perubahan dalam pelaksanaan program KKN apabila perkembangan COVID-19 tidak memungkinkan untuk penerjunan mahasiswa ke daerah-daerah, yaitu, untuk jalur pendidikan, pelaksanaan program KKN, PLP Terpadu, dan penyusunan tugas akhir akan dilaksanakan dalam satu semester. Dan untuk jalur non- pendidikan, pelaksanaan program KKN, PKL, dan penyusunan tugas akhir juga dilaksanakan dalam satu semester. Pengambilan kebijakan untuk pelaksanaan program-program tersebut masih melihat perkembangan situasi yang ada. UNY juga sudah menyiapkan skema pelaksanaan secara daring apabila perkembangan COVID-19 benar- benar tidak memungkinkan untuk penerjunan mahasiswa ke daerah-daerah.

 

Kebijakan yang dikeluarkan kampus juga memperhatikan mahasiswa yang sedang menyusun laporan tugas akhir. Berbagai kemudahan diberikan oleh kampus agar pandemi tidak menghambat progres penyusunan dan target kelulusan. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, mahasiswa dapat melakukan bimbingan dan ujian tugas akhir secara daring. Selain itu, kampus memberikan toleransi bagi mahasiswa yang akan mendaftar ujian, yudisium, dan atau wisuda namun skor ProTEFL belum memenuhi standar minimal, maka pendaftaran tetap dapat diproses, dengan ketentuan persyaratan ProTEFL dapat dilengkapi sebelum wisuda. Dan untuk memenuhi persyaratan bebas pustaka, pengembalian buku yang terlambat tidak akan dikenakan denda.

 

Mengenai program beasiswa, informasi dan pendaftaraan dapat diakses secara daring. Untuk kebijakan lebih lanjut mengenai beasiswa, akan diinformasikan kepada mahasiswa dengan berdasar atas panduan Kementerian. Pendidikan dan Kebudayaan ataupun pihak lainnya. Kebijakan- kebijakan tersebut diatas dikeluarkan dengan melihat perkembangan situasi yang ada. Diharapkan, pihak kampus dapat terus memantau perkembangan dan juga mengevaluasi kebijakan, dengan tujuan agar pelaksanaan kegiatan akademik dapat berjalan dengan baik serta upaya penanganan COVID-19 dapat dilaksanakan secara maksimal.

Baca Juga Artikel Sebelumnya : PANDEMI SEMAKIN TAK TERKENDALI, KARANTINA WILAYAH SIAP JADI SOLUSI?

Sumber Kajian:

Hasil Diskusi Bereng Pak Rektor di Live Instagram BEM KM UNY (@bem.uny) dan Instagram Prof. Dr. Sutrisna Wibawa, M.Pd. (@sutrisna.wibawa) dengan tema “Serba-Serbi Kebijakan Kampus karena COVID-19”, pada 30 Maret 2020.

Daftar Pustaka:

https://covid19.kemkes.go.id/. Diakses pada tanggal 25 April 2020www.instagram.com/voaindonesia. Diakses pada tanggal 25 April 2020

 

 

Share This:
Categories: Press Rilis

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *