Kampus Wates masih rumpang atau sudah rampung?

Mahasiswa UNY Segel Gedung Rektorat, Tuntut Keadilan Kampus ...

 

Pada 25 November 2019 Aliansi Mahasiswa Bergerak melakukan aksi #TresnaUNY yang menuntut pelaksanaan perkuliahan mahasiswa D4 FT dilaksanakan di kampus Karangmalang. Bukan tanpa sebab, aksi ini dilakukan setelah banyak keresahan dan keluhan dari mahasiswa D4 yang harus melakukan kuliah dan praktikum di dua kampus, yakni kampus Wates dan kampus Karangmalang. Pasca aksi #TresnaUNY kemudian dilakukan audiensi antara pihak Rektorat UNY, mahasiswa, BEM KM UNYdan segenap civitas akademika tiap fakultas. Audiensi tersebut menghasilkan kesepakatan berupa pelaksanaan perkuliahan D4 FT yang hanya dilakasanakan di kampus Wates. Pemenuhan fasilitas penunjang perkuliahan di kampus Wates dilakukan secara berkala sesuai dengan jangka waktu yang telah disepakati bersama. Demi menjamin hasil audiensi tersebut terealisasi, Kementerian Kajian Internal BEM KM melakukan riset berupa kuisioner online kepada mahasiswa kampus Wates, tiga bulan pasca audiensi dilaksanakan. Berikut hasil tanggapan dari kuisioner online yang telah diisi oleh 111 mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta di kampus Wates:

  1. Dari total 111 mahasiswa, 45,9% tidak setuju bahwa ketersediaan bus shuttle sudah memadai. (Tidak setuju, nilai 2,35)
  2. Dari total 111 mahasiswa, 53,2% setuju bahwa kualitas bus shuttle yang digunakan sudah baik. (Setuju, nilai 2,67)
  3. Dari total 111 mahasiswa, 51,4% setuju bahwa jam operasional bus shuttle sudah sesuai dengan jadwal. (Setuju, nilai 2,69)
  4. Dari total 111 mahasiswa, 55% setuju bahwa pelayanan dalam bus shuttle sudah baik. (Setuju, nilai 2,77)
  5. Dari total 111 mahasiswa, 52,3% setuju bahwa mereka merasa senang/terbantu dengan adanya bus shuttle. (Sangat setuju, nilai 3,28)
  6. Dari total 111 mahasiswa, 36,92% setuju bahwa lebih memilih menggunakan kendaraan bus shuttle daripada kendaraan pribadi. Sementara 31,5% lainnya sangat setuju. (Setuju, nilai 2,93)

Berdasarkan beberapa persentase tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa ketersediaan bus shuttle secara kuliatas dan pelayanan telah memadai, bahkan keberadaannya menjadi esensial sebagai moda transportasi utama mahasiswa UNY kampus Wates. Yang kemudian menjadi masalah adalah kuantitas bus shuttle yang dianggap masih sangat kurang, mengingat meningkatnya jumlah mahasiswa UNY kampus Wates yang cukup signifikan.

Mahasiswa UNY Segel Gedung Rektorat, Tuntut Keadilan Kampus ...

Selain mengenai bus shuttle, hal lain yang perlu kita perhatikan dalam mengukur kesiapan perkuliahan mahasiswa D4 di kampus Wates adalah terkait pembenahan organisasi. Berikut hasil tanggapan dari kuesioner online yang telah diisi oleh 111 mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta di kampus Wates:

  1. Dari total 111 mahasiswa, 36% setuju bahwa mahasiswa kampus Wates memiliki kesempatan berprestasi yang sama dengan kampus UNY lain. (Setuju, nilai 2,59)
  2. Dari total 111 mahasiswa, 44,1% tidak setuju bahwa ada diskriminasi dari UKM pusat dan ormawa terkait penerimaan anggota. (Tidak setuju, nilai 2,39)
  3. Dari total 111 mahasiswa, 42,3% menjawab siap terkait kesiapan berorganisasi mahasiswa kampus Wates. (Siap, nilai 2,69)
  4. Dari total 111 mahasiswa, 31,5% sangat setuju terkait adanya penyatuan HIMA di Wates. Sementara 31,5% lainnya setuju. (Setuju, nilai 2,80)

Berdasarkan beberapa persentase tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa keberadaan kampus Wates yang jauh dari kampus Karangmalang tidak menjadi hambatan bagi mahasiswa kampus Wates untuk berprestasi maupun berorganisasi dengan mahasiswa kampus Pusat. Meski demikian, mahasiswa kampus Wates juga siap untuk beroganisasi dan setuju dengan adanya penyatuan HIMA D4 di kampus Wates.

Hal berikutnya yang perlu kita soroti ialah terkait pelayanan akademik di kampus Wates. Berikut hasil tanggapan dari kuesioner online yang telah diisi oleh 111 mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta di kampus Wates:

  1. Dari total 111 mahasiswa, 42,3% menilai proses perkuliahan di kampus Wates sudah berjalan dengan baik. (Baik, nilai 2,65)
  2. Dari total 111 mahasiswa, 49,5% tidak setuju bahwa ada dosen yang tidak masuk dengan alasan jarak yang jauh. (Tidak setuju, nilai 2,28)
  3. Dari total 111 mahasiswa, 54,1% menilai administrasi dan pengurusan surat di kampus Wates sudah baik. (Baik, nilai 2,72)
  4. Dari total 111 mahasiswa, 44,1% menjawab bahwa ada kegiatan penunjang akademik seperti seminar dan penelitian diadakan di Wates. Sementara 33,3% lagi menjawab belum ada, dan 13,5% lainnya menjawab sangat tidak ada. (Belum ada, nilai 2,48)
  5. Dari total 111 mahasiswa, 37,8% mengaku tidak senang dengan pelaksanaan PKKMB di kampus Wates. Sementara 11,7% lain sangat tidak senang. (Tidak senang, nilai 2,30)

Berdasarkan beberapa persentase tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa mahasiswa kampus Wates menilai proses perkuliahan sudah berjalan dengan baik, sama halnya dengan administrasi dan persuratan. Hanya saja kegiatan penunjangnya seperti seminar dan penelitian belum ada yang diadakan. Sementara sebagian besar masih tidak senang dengan pelaksanaan PKKMB di kampus Wates.

Entitas berikutnya yang akan kita soroti adalah fasilitas. Hal ini tentu karena keberlangsungan proses perkuliahan yang baik harus disertai dengan fasilitas yang memadai. Berikut hasil tanggapan dari kuesioner online yang telah diisi oleh 111 mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta di kampus Wates:

  1. Dari total 111 mahasiswa, 36,9% menilai ruang kelas yang disediakan belum cukup. (Tidak cukup, nilai 2,29)
  2. Dari total 111 mahasiswa, 48,6% menilai jaringan yang ada di kampus Wates sudah baik. (Baik, nilai 2,50)
  3. Dari total 111 mahasiswa, 38,7% menilai Lab Praktikum kampus Wates tidak memadai. (Tidak memadai, nilai 1,97)
  4. Dari total 111 mahasiswa, 35,1% menilai perpustakaan di kampus Wates belum baik dan tidak menunjang. (Tidak menunjang, nilai 2,12)
  5. Dari total 111 mahasiswa, 59,5% sudah tidak merasakan adanya pemisahan lokasi kampus teori dan praktik. (Tidak merasakan, nilai 2,35)

Berdasarkan beberapa persentase tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa mahasiswa kampus Wates sudah tidak merasakan pemisahan lokasi kampus praktik dan teori. Jaringan Internet kampus pun sudah baik. Sementara untuk ruang kelas, Lab Praktikum dan perpustakaan masih belum menunjang pelaksanaan kegiatan akademik di kampus Wates.

Demikian penilaian tentang kesiapan kampus Wates pasca tiga bulan setelah audiensi dengan jajaran civitas akademika Universitas Negeri Yogyakarta. Semoga hasil kajian ini dapat dijadikan bahan evaluasi terkait realisasi kesepakan audiensi yang nyatanya belum kunjung rampung.

Baca Artikel Sebelumnya : Menulis Sebagai Dokumentasi dan Inspirasi

Sumber Kajian:
Kuesioner Online Kajian Kampus Wates 2020

Share This:

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *