Jihan Daniswara atau yang kerap disapa Jihan. Berasal dari Purwokerto, Jawa Tengah, lahir pada tahun 1999. Sekarang ini tengah menempuh kuliah di program studi Pendidikan Luar Sekolah UNY angkatan 2017. Ia adalah founder dari platform kesehatan mental bermana Temandengarid. Temandengarid adalah komunitas yang berfokus pada edukasi dan penyediaan fasilitas konseling mengenai mental health.

Awal mula dari pendirian komunitas ini adalah karena Jihan merasa dirinya tidak mempunyai tempat untuk bercerita tentang vonis depresi dan anxiety disorder yang ia terima. Ia sempat mencoba untuk bercerita dengan orang-orang terdekatnya, akan tetapi respon dari mereka malah membuatnya semakin down. Lalu ia mendirikan Temandengarid agar tidak ada lagi orang yang mendapatkan respon yang sama sepertinya.

Temandengarid mencoba untuk memberikan edukasi terkait kesehatan mental melalui akun Instagram mereka dengan membuat feeds berisi kata-kata motivasi, ciri-ciri gangguan kesehatan mental, tips untuk mengatasi kecemasan dan lain-lain. Selain itu juga membuka ruang untuk orang lain bercerita terkait permasalahan pribadinya melalui Direct Message yang nantinya akan ditanggapi oleh tim konselor. Temandengarid sendiri sudah menangani lebih dari 100 konseling online dan ikut aktif dalam beberapa bootcamp.

Hal yang membuat Jihan semakin termotivasi untuk terus mengembangkan Temandengarid adalah ia dan timnya semakin sadar jika kasus mental health semakin meningkat sedangkan fasilitas kesehatan mental di Indonesia masih minim.

Teruntuk mahasiswa UNY lainnya, dimasa ini kita akan sering merasa ragu atau hilang arah yang dapat membuat kita cemas akan masa depan ataupun masa lalu. Yang mana hal tersebut akan membuat kita menjadi kurang menyukai atau bahkan benci pada diri sendiri. Jihan berpesan semoga semakin banyak teman-teman mahasiswa yang dapat mengapresiasi kerja kerasnya sendiri dan memilih untuk hidup di masa sekarang, bukan masa lalu ataupun terlalu memikirkan masa depan.

Temandengar.id berdiri karena Jihan memutuskan untuk bertahan dan menerima apa yang terjadi dalam dirinya di masa lalu. “Hal yang sering kali dikatakan oleh orang lain, jangan pernah menyalahkan apa yang telah terjadi di masa lalu, focus di masa sekarang, suatu hari nanti alasan dari peristiwa masa lalu kita pasti akan terjawab dengan sendirinya.”

Share This:
Categories: Inspirasi UNY

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *