Hari Pendidikan 2020 Dihantui Penjajah

Oleh : Bayu Septian

bemkmuny.com – Ketika kita berbicara tentang pendidikan ada satu hal yang berbeda dari peringatan hari pendidikan nasional di tahun-tahun sebelumnya. Di kondisi dunia yang sedang berperang melawan penjajah negeri kita bahkan hampir seluruh belahan dunia saat ini yaitu pandemi COVID-19. Salah satu aspek yang terpengaruh dampak begitu signifikan yaitu bidang pendidikan. Karena dampak pandemi yang menyerang dunia saat ini, dunia pendidikan dihantui oleh dampak positif dan negatifnya pembelajaran jarak jauh dengan media daring. Hal ini menjadi perhatian penting bagi seluruh stakeholder pendidikan agar cara dan tujuan pendidikan sejatinya bisa terpenuhi. Ada hal-hal yang sekiranya perlu dipahami dan disadari oleh stakeholder pendidikan :

  1. Orang tua

Pendidikan anak sejatinya adalah tanggung jawab mutlak orang tua, sebab di akhirat nanti pun orang tua akan dimintai pertanggungjawaban atas anak mereka masing-masing. Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang dilaksanakan secara daring memaksa orang tua untuk terlibat langsung dalam kegiatan belajar anak-anaknya. Banyak pengalaman yang mereka rasakan ketika harus mendampingi anak, titik ramai di berbagai media sosial yang menceritakan pengalaman mereka selama mendampingi anak-anaknya belajar baik positif atau negatif.

Seperti misalnya ternyata ada orang tua yang sering marah karena mendapatkan anaknya yang sulit diatur sehingga mereka tidak tahan dan menginginkan anak mereka belajar kembali ke sekolah. Kejadian ini memberikan kesadaran kepada orang tua bahwa mendidik anak itu ternyata tidak mudah diperlukan ilmu dan kesabaran yang sangat besar. Sehingga dengan kejadian ini orang tua harus menyadari dan mengetahui bagaimana cara membimbing anak-anaknya dalam belajar, diharapkan setelah mendapatkan pengalaman ini para orang tua mau belajar bagaimana cara mendidik anak-anak mereka di rumah.

Rumah merupakan tempat pertama dan utama dalam mendidik anak, oleh karena itu dengan dilaksanakannya pembelajaran daring ini waktu anak-anak akan lebih banyak di rumah dan mereka perlu bimbingan dari para orangtuanya. Fungsi rumah saat ini menjadi bertambah yaitu sebagai sekolah, orangtua harus belajar bagaimana mendidik dan memberikan ilmu pengetahuan kepada anak, sebab fungsis guru atau sekolah hanya sebagai fasilitator.

 

  1. Guru

Pembelajaran daring harus menjadi penyadaran bagi guru bahwa peran mereka saat ini sebagai guru yang hanya mentransfer pengetahuan suatu saat akan tergantikan oleh guru yang lebih canggih yaitu guru mesin. Media untuk mendapatkan ilmu pengetahuan saat ini sudah sangat banyak, tidak tergantung pada guru saja yang bahkan masih banyak keterbatasan. Saat ini banyak media yang bisa berperan sebagai guru, bahkan ada istilah guru manusia dan guru mesin. Teknologi bisa berperan sebagai guru, nah guru ini yang disebut guru mesin. Ilmu pengetahuan yang sangat banyak bisa dipelajari dengan menggunakan mesin, sebut saja media mesin itu adalah internet. Dengan menggunakan internet manusia bisa mengetahui semua yang diinginkannya dengan cepat tanpa terbatas ruang dan waktu. Guru yang hanya memposisikan diri sebagai pentransfer ilmu pengetahuan sudah memiliki saingan yang super canggih, yang mungkin suatu saat nanti akan menggantikan peran guru manusia. Guru mesin memiliki kelebihan yang jauh lebih efektif dibandingkan manusia dalam mentransfer ilmu pengetahuan titik. Nah sekarang bagaimana agar guru mesin tidak bisa menghentikan guru manusia? Mesin, kita, siapa pun tetap memiliki kelemahan terutama mesin yang buatan manusia. Oleh karena itu agar manusia tidak tergantung pada mesin, maka manusia harus mampu menguasai mesin. Mesin di sini bisa kita artikan sebagai teknologi guru, sangat penting untuk menguasai teknologi karena pada hakikatnya guru manusia tidak bisa digantikan oleh guru mesin. Kelemahan guru mesin adalah mesin tidak memiliki unsur rasa, bahasa dan karakter. Peran ini harus diambil oleh guru manusia untuk mengimbangi peran guru mesin yang hanya bisa transfer pengetahuan tanpa ada filter sebab mesin tidak mengetahui nilai baik dan buruk. Sampai kapanpun selagi manusia ada maka guru manusia tidak akan tergantikan perannya oleh mesin sebab kalau semuanya sudah digantikan oleh mesin maka kehancuran dunia tidak bisa dibantah lagi.

 

  1. Sekolah

Sekolah sebagai lembaga penyelenggara pendidikan harus siap-siap mengantisipasi perubahan peradaban manusia ini. Perubahan tingkah laku manusia yang cenderung tidak lepas dari teknologi dalam segala aktivitasnya harus juga diikuti oleh sekolah atau Madrasah. Dampak pandemi ini memberikan pengalaman berharga, betapa peran sekolah atau madrasah yang selama ini sebagai sentral pendidikan sekolah tidak berarti. Program-program pendidikan yang dilaksanakan di sekolah atau madrasah yang dulu dianggap sangat penting karena berpengaruh terhadap kualitas pendidikan kini seolah tak berarti. pemerintah membatalkan Ujian Nasional (UN), ujian berstandar nasional, melarang kegiatan kegiatan yang mengumpulkan orang banyak dan program penting lainnya yang sudah bisa dilakukan di sekolah atau Madrasah. Kegiatan-kegiatan tersebut kini diganti dengan aktivitas yang harus dilakukan secara daring, meski sejatinya pemerintah tidak mewajibkan semua program sekolah atau madrasah dilaksanakan dengan cara daring karena situasi saat ini dalam keadaan darurat. Namun saya meyakini bahwa kegiatan daring saat ini bisa jadi menjadi proses awal perubahan paradigma tentang pelaksanaan KBM dalam pendidikan mulai pra sekolah sampai pendidikan tinggi. Oleh karena itu kalau sekolah atau madrasah tidak ingin tersingkirkan oleh perubahan ini maka mau tidak mau harus mengikuti perubahan itu sendiri. Sekolah atau madrasah harus mulai memikirkan sarana dan prasarana penunjang untuk pembelajaran daring melatih para guru agar menguasai teknologi pendukung pembelajaran daring, serta sosialisasi kepada siswa atau orangtua tentang perubahan metode pembelajaran yang akan dilaksanakan. Suatu saat mungkin saja bangunan-bangunan megah sekolah atau madrasah yang awalnya ramai dengan kegiatan guru dan siswa hanya tinggal kenangan dan menjadi tempat sepi yang bisa jadi akan berubah posisi karena tidak digunakan kembali untuk kegiatan pembelajaran. Manusia saat ini belajar tidak perlu datang ke sekolah cukup diam dirumah mainkan komputer, laptop, atau gadget untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran, guru cukup menjadi pembimbing dan fasilitator dari jauh yang aktivitasnya sama seperti siswa yaitu cukup memainkan gawai yang diperlukan untuk mendukung pembelajaran daring. Situasi saat ini merupakan tantangan bagi dunia pendidikan, mengubah manajemen pengelolaan pendidikan sangat diperlukan untuk mengimbangi perubahan yang sangat cepat. Metode pembelajaran manual atau konvensional saat ini mulai tergantikan dengan sistem digital daring yang tanpa dibatasi ruang dan waktu kerana sekolah atau madrasah saat ini lebih dinamis bukan lagi sekedar tempat berkumpul guru dan siswa yang akan melaksanakan KBM.

  1. Pemerintah

Peran pemerintah sangat penting dalam menentukan kebijakan yang berkaitan dengan sistem pendidikan nasional. Semua lembaga pendidikan harus patuh terhadap aturan yang ditetapkan, sebab pendidikan nasional memiliki tujuan yang sama dalam upaya membangun bangsa. Dalam situasi darurat seperti saat ini karena pandemic COVID 19 pemerintah dengan cepat mengeluarkan kebijakan mengenai pelaksanaan pembelajaran dalam jaringan yang diharuskan dilakukan oleh setiap lembaga pendidikan, walaupun aturannya belum mengikat. Dalam situasi yang lain kebijakan ini mungkin saja akan dilanjutkan dengan sudut pandang yang lain kemajuan teknologi yang memungkinkan untuk pelaksanaan pembelajaran daring juga melihat budaya masyarakat yang sudah melek teknologi, tidak mustahil kebijakan ini akan berlanjut dan menjadi ketetapan yang dibuat oleh pemerintah untuk melaksanakan. Saya lagi-lagi meyakini bahwa metode ini akan menjadi cara yang biasa dilakukan dalam KBM di masa yang akan datang. Pemerintah pasti sudah menyiapkan aturan untuk menetapkan kebijakan ini sebab memperhatikan masyarakat global yang tidak bisa lepas dari teknologi atau Internet. Indonesia mau tidak mau harus mengikuti tren yang sedang berjalan kalau tidak mau tertinggal oleh negara-negara lain. Setelah menetapkan kebijakan ini pemerintah juga harusnya memperhatikan perangkat pendukung agar masyarakat bisa mengikuti kebijakan ini dengan baik tanpa akses negatif dan membuat permasalahan baru, contoh keberagaman kemampuan ekonomi, sosial, geografi dan lain sebagainya yang ada di Indonesia. Setiap perubahan peradaban pasti akan memberikan akibat positif dan negatif. Namun semua orang harus bisa mengikuti perubahan tersebut yang tentunya dibatasi dengan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat itu sendiri manusia. Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak mungkin bisa hidup sendiri tanpa interaksi dengan orang lain baik lokal maupun global. Bergesernya perilaku manusia dari manual ke digital seperti yang terjadi saat ini dari segi positif positifnya adalah dapat mempermudah menyelesaikan urusan manusia. Pekerjaan bisa dilakukan tanpa memerlukan waktu lama, biaya yang bisa ditekan dan tempat yang tidak terbatas. Saat ini manusia bisa mencukupi kebutuhan mereka ketika berada di dalam rumah, termasuk pendidikan yang dapat mereka akses kapan pun waktu yang mereka inginkan tidak terbatas seperti ketika ada di sekolah atau madrasah. Namun, perilaku perubahan ini juga bukan tanpa dampak negatif salah satunya adalah nilai sosial antar sesama manusia menjadi berkurang karena jarangnya interaksi secara langsung antara mereka. Sifat individualis pasti akan sangat kental di zaman digital seperti saat ini, rasa empati dan simpati antar sesama akan melemah dan semua hal akan lebih banyak diukur dengan materi. Semua ini mungkin adalah cara Tuhan dalam menjalankan roda kehidupan di dunia ini, semoga kita bisa semakin baik menjalani kehidupan di akhir zaman ini.

Editor: Rofidah Qonitah

Baca Juga Artikel Sebelumnya : Surat Cinta Dari Rakyat

Biodata Singkat Penulis

Nama : Bayu Septian

Program Studi : Pendidikan Teknik Informatika

Angkatan : 2017

Ketua BEM KM UNY 2020

Share This:
Categories: Artikel

1 Comment

Riga Aditya · 03/05/2020 at 07:13

Setuju sih, dalam keadaan #DiRumahAja serta masih berlangsungnya kelas kelas secara online, hal ini bakalan menunjukkan bagaimana kesiapan orangtua dalam mendidik anaknya. Kesiapan orangtua akan terlihat dengan jelas dalam situasi seperti ini, karena dalam waktu seperti ini perhatian orangtua pada kelas kelas online anaknya sangat dibutuhkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *