BEM untuk Mahasiswa, Tuntaskah?

BEM KM UNY Makin Ekslusif, Kita Bisa Apa?

Badan Eksekutif Mahasiswa atau BEM merupakan organisasi internal kampus yang menjadi lembaga eksekutif tertinggi beranggotakan para mahasiswa. Seperti organisasi lain, BEM dipimpin oleh seorang Ketua atau Presiden Mahasiswa. Di Universitas Negeri Yogyakarta menyebutnya sebagai Ketua yang dipilih oleh seluruh mahasiswa melalui pemungutan suara. Secara umum, tujuan, pokok, dan fungsi BEM salah satunya sebagai wadah aspirasi mahasiswa untuk kemudian ditujukan pada pihak yang bersangkutan. Selain itu, ditengah eksistensi tersebut tentu BEM KM UNY juga tak luput dari penilaian para mahasiswa. Demi mencapai hal tersebut, Kementerian Kajian Internal melakukan riset melalui kuesioner online dengan tujuan mengetahui penilaian terhadap kinerja BEM KM UNY selama satu periode serta harapan yang dapat disampaikan secara terbuka dan bebas oleh Mahasiswa UNY. Berikut hasil tanggapan dari kuesioner online yang telah diisi oleh 38 mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta:

  1. Nilai untuk tingkat pemahamanan mahasiswa terhadap fungsi BEM KM UNY adalah 2,5 atau tidak paham.
  2. Nilai untuk tingkat pemahaman mahasiswa terhadap BEM KM UNY sebagai fungsi advokasi adalah 2,1 atau tidak paham.
  3. Nilai untuk tingkat pemahaman mahasiswa terhadap fungsi pengkaderan BEM KM UNY adalah 2,2 atau tidak paham.
  4. Nilai untuk ketersediaan informasi oleh BEM KM UNY sebagai fungsi media adalah 3 atau paham.
  5. Nilai untuk tingkat pemahaman mahasiswa terhadap program kerja yang diusung BEM KM UNY adalah 2,3 atau tidak paham.
  6. Nilai untuk program kerja BEM KM UNY dalam memfasilitasi minat dan bakat mahasiswa UNY adalah 2,3 atau tidak paham.

Berdasarkan beberapa penilaian tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa eksistensi BEM KM UNY dinilai kurang dipahami oleh segenap Mahasiswa UNY mulai dari fungsi pokok, advokasi, pengkaderan, program kerja, dan fasilitas minat dan bakat. Data tersebut memang belum cukup merepresentasikan penilaian dari seluruh mahasiswa UNY, namun kami mencoba untuk transparansi terkait penilaian kinerja BEM KM UNY 2019 yang telah diisi oleh 38 mahasiswa.

Tak hanya berhenti pada penilaian kinerja BEM KM UNY saja, 38 mahasiswa juga memberikan sebuah terobosan melalui kolom aspirasi yang telah kami rangkum sebagai berikut:

  1. Harapan mahasiswa terhadap BEM KM UNY adalah sebagai ormawa yang tanggap dan bergerak cepat khususnya dalam menangani keresahan mahasiswa UNY serta menjadi wadah aspirasi yang baik dan mudah tersampaikan, sebagai ormawa yang hangat dalam merangkul seluruh elemen mahasiswa dan organisasi di UNY, memperhatikan tupoksi dengan baik serta meminimalisir unsur kepentingan tertentu dalam urusan domestik mapun publik BEM KM UNY.
  2. Kekurangan yang dirasakan mahasiswa UNY terhadap BEM KM UNY diantaranya menyoal program kerja dari segi kualitas yang perlu dibenahi, partisipasi personil dari BEM KM UNY yang dinilai kurang, apresiasi terhadap sebuah pencapaian dirasa kurang tanggap, tema diskusi perlu meluas lagi dan lebih mendalam, segi pengemasan program kerja yang diusung kurang dapat menarik minat mahasiswa UNY, dan fungsi advokasi yang dinilai masih abastrak dan perlu dibenahi.
  3. Aspirasi mengenai program kerja yang harus diusung oleh BEM KM UNY mengenai pengawalan problematika mahasiswa terutama soal UKT untuk terus selalu diadvokasi, ketangkasan dalam menagkap isu-isu regional maupun nasional perlu ditingkatkan, diskusi dan ngobrol santai dengan fakultas, program kerja yang langsung dapat diimplementasikan pada masyarakat, serta terus melakukan inovasi terhadap program kerja.
  4. Saran dalam mengangkat isu internal kampus UNY yang perlu diperhatikan adalah menyoal pembangunan kampus Gunungkidul, kondisi dan situasi di lingkungan birokrasi UNY, dana UPPA, manajemen shuttle UNY dalam mengakomodasi mahasiswa UNY ke kampus daerah, dan penguatan implikasi program kerja BEM untuk terus diperhatikan.
  5. Sedangkan saran untuk isu nasional yang dapat terus dikaji dan didiskusikan adalah menyangkut tema-tema umum seperti Sosial dan Politk, Pendidikan, Ekonomi, Gender, KKN atau Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme, Ekologi, dan Konstitusional Indonesia.

 

Demikian uraian penilaian mahasiswa terhadap kinerja BEM KM UNY 2019 serta beberapa poin terkait terobosan yang dapat dilakukan dan dipergunakan sebagai pijakan awal periode baru BEM KM UNY 2020. Semoga dapat menuntaskan keresahan mahasiswa dengan beberapa langkah yang dapat diputuskan secara bijaksana.

 

Sumber Kajian:

Kuesioner Penilaian Mahasiswa UNY terhadap kerja BEM KM UNY 2019

Baca Juga Artikel Sebelumnya : Kampus Wates Masih Rumpang atau Sudah Rampung?

Share This:

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *