Basket, Hobi dan Prestasi

“Percayalah dengan kemampuan yang kita punya, tidak perlu minder, dan cukup menjadi diri sendiri” – Akmalia Windatami

Akmalia Windatami atau yang kerap disapa Winda, peremuan asal Gunungkidul yang lahir pada 12 Juli 1999. Sekarang ini tengah menjalani kuliah di program studi Pendidikan Luar Sekolah (PLS) di Universitas Negeri Yogyakarta angkatan 2017. Mempunyai hobi bermain basket. Dengan hobinya tersebut ia telah menorehkan banyak prestasi, diantaranya :
Juara I Kejuaraan Perbasi 3×3 Challenge Putri KU 23 (2019)
Champion Elite Girls JCM 3×3 Basketball With DBL Academy (2019)
Juara II 3×3 Pekan Olahraga Daerah XIV Tahun 2017 Daerah Istimewa Yogyakarta (2017)
Peserta Kejurnas KU 18 Bola Basket Putri (2017)
Juara 1 Kejuaraan kabupaten antar klub se Kabupaten Gunungkidul KU 18 (2018)
Tim Pra Pon 3×3 Provinsi DIY (2019)
Juara 1 Porma Bola Basket Universitas Negeri Yogyakarta (2018)
Juara 1 Porma Bola Basket Universitas Negeri Yogyakarta (2019)
Winda mulai mengenal dunia basket sejak Sekolah Menengah Pertama (SMP). Niat awalnya hanya untuk mengisi waktu senggang. Tapi lama – kelamaan rasa penasarannya tumbuh semakin besar dan memberikan pengaruh positif bagi hidupnya sehingga ia dapat meraih berbagai prestasi dan beasiswa.
Menurut Winda, arti dari basket sendiri adalah sarana untuk ia dapat mengenal berbagai aspek kehidupan. Untuknya basket bukan hanya sekedar olahraga, akan tetapi juga tempat untuk belajar. Karena dari sebuah tim dapat diambil pelajaran dari sikap saling meghargai, bekerja keras, bagaimana cara untuk bangkit dan berperilaku.
Disaat mengalami kegagalan atau kekalahan, kita semua pasti pernah merasa putus asa dan ingin menyerah. Mungkin kita juga bepikir kalau hidup ini tidak adil. Saat kita berusaha dengan keras dan tiba – tiba kita terjegal lalu terjatuh. Untuk bangkit memang bukan perkara yang mudah, terkadang harus melawan ego yang terlampau memberatkan. Kekalahan bukan sebuah hal yang layak untuk ditangisi terus menerus. Kegagalan harus dijadikan pacuan untuk terus berlatih dan berlatih sehingga nikmatnya kesuksesan dapat kita rasakan.
Dengan kata lain, sakitnya kegagalan, perihnya kerja keras akan terbayarkan dengan manisnya kesuksesan. Seperti yang dialami oleh Winda, dari basket beliau medapatakan beasiswa dan dipercaya untuk menjadi asisten coach di DBL Academy Yogyakarta.
Dengan jadwal yang padat di semester ke-6 nya ini, ia dibebankan dengan tugas kuliah, latihan untuk event dan melatih anak – anak. Mamang itu adalah sebuah rutinitas yang melelahkan, akan tatapi dengan hati yang gembira, rasa Lelah akan terbayarkan. Ketika ia dapat bertemu dengan teman – teman yang sudah dianggapnya menjadi keluarga sendiri.

“I can accept failure, everyone fails at something. But I can’t accept not trying” – Michael Jordan.

Share This:
Categories: Inspirasi UNY

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *